Senin, 19 April 2010

Pengaruh Politik Dalam Negeri yang Semakin Panas Terhadap Kesehatan Penduduk Indonesia


Sebuah paradigma kehidupan negri ini telah mambuat banyak sekali perubahan – perubahan nasional . Mulai dari perubahan kecil hingga perubahan besar . Keadaan Indonesia yang seperti sekarang ini telah membuat rakyat Indonesia mengalami perubahan yang bermacam . Ada rakyat yang berubh menjadi sangat MAKMUR , tetapi ada juga yang mendadak berubah sangat MISKIN . Semua itu memang sudah ada jalan dan penyebabya tersendiri

Seperti yang sekarang sedang ramai di perbincangkan di media massa . Baik media cetak maupun media elektronik . Yang sedang gempar saat ini adalah masalah POLITIK . Sebuah kata yang sebenarnya tidak asing lagi di telinga msyarakat kita. Politik di Indonesia masih dalam keadaan yang labil saat ini . Para pejabat berlomba – lomba merauk keuntungan dari kanca politik Indonesia . Semuanya berteriak ingin menyejahterakan rakyat Indonesia tercinta . Semuanya berlomba – lomba mempromosikan diri agar terepilih menjadi wakil rakyat, baik yang ingin menduduki kursi MPR , DPR , dan lainnya . Namun terkaang masyarakat merasa hanya dipermainkan oleh rakyat besar dengan semua janji -janji palsunya .

Semua itu sebenarnya telah membawa dampak yang begitu besar di Indonesia . Mulai dari dampak yang dirasakan dari segi ekonomi, hingga di segi kesehatan masyarakat. Dari segi ekonomi masyarakat tidak menjadi lebih sejahtera namun justru menjadi lebih terpuruk keadaannya . Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan sebuah kenyataan yang ada dalam kehidupan para orang – orang besar di negeri kita tercinta ini.

Sekarang sedang gempar dengan adanya makelar kasus yang ada dimana – mana. Swperti yang terjadi pada kasus BANK CENTURY. Makelar kasus telah menghabiskan banyak sekali uang rakyat, bias dikatakan seperti itu . Sampai saat ini kasus – kasus tersebut masih berlanjut dan mungkin memang tak akan pernah berujung . Pejabat – pejabat atau orang-orang yang sudah berpangkat , bias memiliki kehidupan yang semakin makmur namun rakyat kecil tidak pernah diperhatikan bagaimana nasib kehidupannya mendatang. Sungguh mengenaskan bukan ?

Tidak hanya berhenti sampai pada kasus itu. Korupsi merajalela dimana – mana akibat ke egoisan para pejabat kita . Seenaknya tanpa beban menggunakan harta rakyat untuk kesejahteraan kehidupannya sendiri . Seperti pada kasus korupsi Artalita Suryani, Jaksa Urip, bahkan besan seorang presiden Indonesia yaitu Aulia Pohan . Pada kasus Artalita tidak hanya kasus korupsi saja , tetapi juga kasus makelar kasus di tahanan . Yang terjadi adalah adanya fasilitas – fasilitas rumah-rumah mewah yang berpindah kedalam rutan/ rumah tahanan . Dan pasti kasus korupsi di Indonesia saya rasa masih banyak lagi . Benar – benar memalukan . Tidak pernah berfikir nasib rakyat . Semua kasus orang – orang besar kebanyakan memang berhubungan dengan penggunaan uang rakyat, yang biasa disebut KORUPSI .

Berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat atau rakyat kecil yang hanya bisa meratapi nasib mereka . Banyak sekal sebenarnya keadaan masyarakat yang sangat memprihatinkan . Profil hitam masyarakat kecil sudah mulai terlihat jelas sekali . Rakyat hanya bisa menuntut janji , iri terhadap rakyat besar dan yang terakhir adalah pasrah .
Banyak sekali anak – anak Indonesia yang menderita busung lapar, hingga menderita penyakit yang sangat membahayakan sebenarnya . Seperti pada kasus seorang bocah yang bernama Bilqis yang menderita kanker hati. Tetapi mereka tidak bisa apa – apa . Yang hanya bisa mereka lakukan hanya menunggu bantuan pemerintah yang tak kunjung datang . Sungguh , keadaannya memang benar – benar menyakitkan . Banyak juga anak – anak Indonesia penderita cacat yang hanya bisa diam dirumah karena tidak mempunyai biaya untuk bersekolah bahkan untuk terapi .

Rakyat Kecil masih lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan pejabat yang sebenarnya sudah mempunyai banyak harta benda. Semoga saja rakyat besar terketuk hatinya untuk membantu mereka yang susah . Karena yang katanya ndonesia merdeka ternyata hanya sebuah kata merdeka saja . Tidak ada wujud nyata kemerdekaan bangsa Indonesia .

Oleh : anisyalala

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar